Sabtu, 26 Maret 2016

Contoh Cerpen Persahabatan Remaja

Hi, guys! Masa-masa di saat remaja itu penuh warna ya, guys! Ada banyak kenangan di waktu remaja. Ada kenangan yang lucu, memalukan, mengesankan dan masih banyak lagi. Salah satu kenangan itu adalah persahabatan. Ya, mungkin terkadang persahabatan itu awalnya tidak berjalan mulus. Karena kesombongan, persahabatan akan renggang. Nah, guys! Di bawah ini adalah contoh cerpen remaja tentang persahabatan yang awalnya adalah permusuhan. Cerpen ini hanya untuk referensi saja ya! Dan jika ada adegan dalam cerpen yang kurang terpuji, mohon jangan ditiru.


Permusuhan Menjadi Persahabatan

Jacky. Itulah namanya. Anak pindahan baru yang baru pindah seminggu yang lalu. Ia adalah anak seorang pengusaha kaya raya. Rumahnya sangat mewah dan bertebaran di mana-mana. Kendaraan mewah seperti mobil sport yang puluhan jumlahnya. Setiap tahun ia selalu wara-wiri ke luar negeri. Sungguh mewah kehidupannya.

Suatu hari, Jacky datang ke sekolah barunya dengan mengendarai mobil sport kesayangannya. Setibanya di gerbang sekolah, ia langsung memarkirkan mobilnya. “Eh, guys! Kerenkan mobil gue? Mobil mahal nih,” ucap Jacky yang baru turun dari mobilnya kepada teman-teman sekelasnya yang lewat di depannya. “Wah, iya keren banget,” ucap salah seorang temannya. “Eh, jangan di sentuh ya, mobil gue. Nanti lecet. Udah gih sana. Awas, minggir,” ucap Jacky dengan ketus kepada teman-teman di hadapannya. “Ih, sombong banget sih,” ucap salah satu temannya kepada teman-teman Jacky yang lain.

Jacky pun pergi menuju kelasnya. Dalam perjalanan menuju kelasnya, ia berjalan dengan angkuhnya. Semua murid yang melihatnya langsung mengernyitkan dahi mereka, menganggap Jacky orang yang sok dan sombong. Jacky pun memasuki kelasnya. Gayanya yang berbeda membuat ia menjadi pusat perhatian teman-temannya di kelas. “Liat tuh si Jacky. Gayanya udah kayak artis aja,” kata Joris kepada teman-temannya. “Iya tuh. Jaketnya import. Sepatunya apalagi. HP-nya juga HP yang paling mahal. Kita aja gak ada yang punya HP kayak dia,” sahut Vicky.

Melihat teman-temannya sedang membicarakan sesuatu, Jacky langsung menghampiri mereka. “Hey, kalian semua lagi pada ngomongin gue ya?” tanya Jacky kepada teman-temannya. Namun, teman-temannya tidak menjawab pertanyaan Jacky. “Eh, ngaku aja kali. Kalian emang lagi ngomongin gue kan? Kalian semua pada iri kan sama gue. Gue punya segalanya. Sementara kalian? Hah, kalian punya apa? Dibandingin sama gue kalian semua gak ada apa-apanya deh,” ucap Jacky dengan ketus kepada teman-temannya. Spontan teman-teman Jacky yang mendengar perkataan Jacky langsung kaget. Mereka tak menyangka ternyata Jacky lebih sombong dari yang mereka perkirakan.

Bel pun berbunyi. Tanda jam pelajaran dimulai. Semua murid segera duduk di bangkunya masing-masing, tak terkecuali Jacky. “Eh, Nis. Mulai sekarang gue mau duduk sendiri. Gue gak mau duduk sama lo. Gue gak level duduk sama anak-anak di kelas ini termasuk lo. Sana pergi,”ucap Jacky kepada Nisa, teman sebangkunya. Nisa yang mendengar perkataan Jacky hanya bisa diam dan menuruti kemauan Jacky. Nisa pun pindah ke belakang. Ia pun duduk di samping Hana. Nisa yang tak bisa menahan perasaannya langsung menangis di samping Hana. “Udah, Nis. Udah. Si Jacky emang keterlaluan. Gak tau perasaan perempuan,” ucap Hana seraya menenangkan Nisa.

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali teman-teman sekelas Jacky sudah berkumpul. Pagi ini, mereka semua akan merencanakan suatu rencana untuk membalas Jacky yang sombong. Mereka semua berdiskusi. “Guys, hari ini kita semua akan ngerjain si Jacky. Ada yang punya ide gimana caranya kita ngerjain dia?” tanya Anton sang ketua kelas. “Gue mau dia di pukul habis-habisan karena dia udah ngehina gue,” sahut Nisa dengan nada penuh amarah. “Eh, tapi kita gak boleh bertindak dengan kekerasan,” ucap Anton. “Ok. Kalo gitu, begini aja. Gimana kalo kita coret-coret mobil kesayangannya aja. Terus kita kempesin ban mobilnya,” usul Joris. “Kayaknya Oke tuh,” sahut Hana. “Hmm, iya juga ya. Oke. Guys! Kalian pada setuju gak sama usulnya Joris?” tanya Anton kepada seluruh murid. “SETUJU!”sorak seluruh murid secara besamaan. Mereka pun menyusun rencana berikutnya untuk mengerjai Jacky.

Sepulang sekolah, teman-teman sekelas Jacky langsung pergi ke tempat parkir. Sesuai rencana, mereka semua membawa peralatan yang dibutuhkan. Sesampainya di parkiran, mereka langsung mencoret-coret mobil Jacky habis-habisan. Mereka juga mengempeskan semua ban mobilnya. Jacky yang tiba di tempat parkir merasa sangat kaget. Ia tak percaya. Mobil sport kesayangannya yang mulus kini telah berubah wujud menjadi seperti mobil rongsokan. “Hey, kalian semua! Berhenti! Apa yang kalian lakukan sama mobil gue? Lo? Pasti lo kan, Nis, otak busuk dari semua ini?” ucap Jacky dengan sangar kepada Nisa. “Kenapa lo berprasangka buruk sama gue? Apa salah gue?” ucap Nisa dengan nada tinggi. “Ya karena lo benci sama gue kan? Lo iri sama gue kan? Lo kesel udah gue usir dari tempat duduk lo kan?” tanya Jacky lagi. Nisa yang sudah tak kuat, langsung meluapkan amarahnya. “Eh, anak sombong! Lo itu gak tau diri banget ya! Lo pikir lo yang paling kaya? Lo yang paling hebat? Lo banci banget sih. Bisanya ngelawan perempuan doang. Ngaca dong! Dasar gak tahu diri!” ucap Nisa kepada Jacky. Jacky yang kesal mendengar perkataan Nisa tak bisa menahan emosinya. Ia langsung menampar pipi Nisa. Plakkk! Anton dan murid-murid lelaki lainnya yang melihat kejadian itu langsung marah kepada Jacky. “Eh, Jacky. Asal lo tahu. Otak busuk dari semua ini adalah gue. Jadi kalo lo mau tampar gue, tampar! Tampar gue! Tapi jangan sekali-kali lo sakitin cewek,” ucap Anton kepada Jacky.

Suasana pun memanas. Jacky dan teman-temannnya sama-sama tak bisa menahan emosi. Akhirnya perkelahian pun tak bisa dihindarkan. Nisa masih menangis di rangkulan Hana dan beberapa teman-teman peremuannya. Tak berselang lama, Jacky telah terkapar di tanah. Hidungnya mengeluarkan darah. Rupanya Jacky telah terkena pukulan teman-temannya hingga tak sadarkan diri. Murid-murid kelas lain yang melihat kejadian ini langsung melaporkan kepada wali kelas Jacky, Ibu Yanti. Tak berselang lama, Ibu Yanti datang ke lokasi bersamaan dengan petugas PMR. Jacky segera di bawa ke ruang UKS untuk mendapat pertolongan. Murid-murid yang lain pun segera menyusulnya. Tiga puluh menit kemudian, Jacky siuman.

Setelah menunggu beberapa saat, Bu Yanti pun menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Jacky, Anton, Nisa dan seluruh teman-teman sekelas Jeki pun berusaha menjelaskannya kepada Bu Yanti. Setelah mengetahui permasalahannya, Bu Yanti pun memberikan nasihat kepada mereka semua. “Anak-anak, kita semua harus rukun. Tidak boleh ada pertikaian. Apabila ada masalah, bicarakanlah baik-baik,” ucap Bu Yanti kepada seluruh murid-murid. “Dan Jacky, kamu tidak boleh sombong. Bergaulah dengan siapa saja. Jangan membeda-bedakan dalam bergaul,” lanjut Bu Yanti. Mereka merenungi perbuatan mereka. Dan saat itu juga Jacky, Anton, Nisa dan semua teman-teman sekelasnya saling bermafan. Sejak saat itu mereka semua menjadi sahabat baik dan tidak ada lagi permusuhan.


Ok. guys! Itulah salah satu contoh cerpen remaja persahabatan. Ya, walaupun berawal dari ketidaksukaan dan permusuhan, tapi akhirnya dapat menjadi sahabat baik. Oh iya, ingat ya, guys! Cerpen ini hanya untuk referensi. Semoga cerpen ini dapat menginspirasi sobat semua ya! :)

Jumat, 25 Maret 2016

Contoh Cerpen Misteri Kisah Nyata

Hai, guys! Kali ini aku akan membahas tentang cerpen. Yup! Cerpen misteri. Cerpen ini asli karya aku sendiri. Cerpen ini terinspirasi dari kisah nyata, tepatnya pengalaman teman SMP ku. Ini 100% kisah nyata. Oh iya, cerpen ini hanya untuk referensi aja ya! Cerpen ini hanya sebagai contoh dan inspirasi untuk kalian yang ingin membuat cerpen. Kalo kalian tetap ingin meng-copas cerpen ini, jangan lupa sertakan sumbernya! Ok, langsung aja simak ceritanya!



Kuntilanak Penguji Iman

 
 
Malam itu jam menunjukkan pukul 09.00 malam. Risty masih berkutat di meja belajarnya. Buku-buku pelajaran terlihat berserakan di mana-mana. “Huaahhh, udah jam segini tapi materi pelajarannya masih banyak. Mana besok jadwal Ulangan Semesternya MTK sama IPS. Uuhh, itu kan dua pelajaran yang paling aku gak suka,” gerutu Risty sambil meletakkan buku pelajaran yang ia pegang dengan keras. Hingga larut malam, Risty masih berada di meja belajarnya. Ia masih belajar untuk Ulangan Semester besok.

 Sesekali Risty memandang ke arah luar jendela kamarnya untuk menyegarkan matanya yang lelah karena terlalu lama membaca buku. Ini sudah kali ketiga Risty memandang ke luar jendelanya. Namun, ada satu hal yang aneh. Saat ia melihat ke arah jendela kamarnya, ia melihat sebuah sosok bayangan hitam besar yang misterius. Hal ini sungguh aneh.  Padahal, dinding di sekitar jendela kamarnya itu berwarna hitam. Dan hanya ada sorot lampu belajarnya yang menyinari daerah di sekitar jendela kamarnya itu. “Ihh, itu bayangan apaan sih? Kok bayangannya gede banget. Ah, mungkin itu bayangan lemari kali,” ucap Risty dalam hati. Risty yang melihat jelas bayangan misterius tersebut berusaha cuek dan tidak takut. Dalam pikirannya mungkin itu hanyalah sebuah bayangan biasa. Dan tidak ada hal yang perlu ditakutkan.

 Setelah itu, Risty segera merapihkan buku-buku pelajrannya dan bergegas untuk tidur. Risty satu kamar dengan kakak perempuannya. Namanya Kak Wanda. Risty selalu tidur berdua dengannya. Jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena ada Kak Wanda yang selalu menemani Risty. Risty juga memiliki seorang adik perempuan. Namanya Oky. Usianya baru lima tahun.

Di malam berikutnya, jam dinding kembali menunjukkan pukul 09.00 malam. Dan Risty masih sama seperti malam sebelumnya. Ia masih berkutat di meja belajrnya yang terlihat berantakan karena buku-buku pelajarannya berserakan di mana-mana. Namun, kali ini ia terlihat lebih santai. “Ah, capek. Istirahat dulu, ah. Hmm, enaknya ngapain ya? Cek HP dulu deh. Liat status-status terbaru di sosmed, hehehh,” pikir Risty. Ia pun segera mengambil smartphone kesayangannya dan mengecek status di BBM dan di grup LINEnya.

Setengah jam berlalu. Risty masih bermain HP kesayangannya. “Hahahahah. Si Reza upload meme lucu banget. Ngakak gue. Hahahah,” tawanya terbahak-bahak setelah melihat gambar meme upload-an temannya di LINE. Risty tidak sadar kalau ia tertawa sangat keras sehingga mengganggu Kakaknya. “Eh, berisik banget sih, Ty. Kamu tadi kan lagi belajar. Kok malah main HP?” tanya Kak Wanda kepada Risty dengan nada kesal. “Eh, iya. Maaf, Kak. Tadi aku refreshing dulu Kak. Mata aku capek kalo kelamaan baca buku,” jawab Risty. “Yaudah sana belajar lagi. Sini HP kamu Kakak sita kalo kamu masih main HP,” ucap Kak Wanda. “Eh, Kak. Jangan dong! HP nya jangan disita,” kata Risty. “Kalo gak mau disita, yaudah kamu belajar lagi sana. Atau Kakak laporin kamu ke Mama ya. Biar uang jajan kamu dipotong,” ucap Kak Wanda dengan nada menakut-nakuti Risty. “Eh, jangan! Iya deh. Iya, aku belajar lagi,” sahut Risty dengan muka bete. 

Risty pun kembali belajar di meja belajarnya. Jam pun mulai menunjukkan pukul 01.00 dini hari. “Akhirnya selesai juga belajarnya,”ucap Risty. Ia pun segera merapihkan buku-buku yang berantakan di meja belajarnya. Setelah itu, tiba-tiba ia ingin buang air kecil. “Aduh, pengen pipis. Turun dulu ah, ke kamar mandi,” ucap Risty dalam hatinya. Ia pun segera turun ke lantai bawah untuk ke kamar kecil. Setelah selesai dari kamar kecil, ia pun kembali naik ke lantai atas, ke kamarnya. Baru saja ia sampai di lantai atas, tiba-tiba ia mendengar suara langkah kaki yang terdengar seperti sedang menaiki anak tangga. Ia pun penasaran dan segera melihat ke arah anak tangga.

Di anak tangga, samar-samar terlihat sosok anak kecil berambut panjang dan berbaju putih yang membelakangi tubuh Risty. Karena Risty tidak memakai kacamata, ia tidak dapat melihat sosok tersebut dengan jelas. “Ih, itu siapa sih? Malam-malam kok belum tidur. Oh, itu Oky kali ya?” pikirnya dalam hati. Tanpa rasa takut, Risty langsung memanggil sosok tersebut. “Oky. Oky. Kamu ngapain kok belum tidur? Oky. Liat Kakak dong,” tanya Risty. Sosok itu tetap diam saja dan masih membelakangi Risty saat Risty memanggilnya dengan ‘Oky’ karena Risty mengira bahwa sosok itu adalah adik perempuannya. Akhirnya, Risty yang penasaran langsung mendekati sosok tersebut. “Oky,” ucap Risty sekali lagi kepada sosok tersebut. Sosok tersebut kemudian berbalik badan. Alangkah terkejutnya Risty. Ia mendapati sosok di hadapannya berubah wujud. 

Risty bisa melihat dengan jelas kulit wajah yang pucat dengan kedua bola mata yang besar dan ingin keluar dari tempatnya. “Astagfirullah,” ucap Risty dengan spontan. Ia pun segera naik ke lantai atas sambil membaca Ayat Kursi. Di kamarnya, Risty segera membangunkan Kakaknya yang sedang tidur. “Kak! Kak! Bangun!,, Kak! Cepetan bangun!” teriak Risty kepada Kak Wanda dengan penuh ketakutan. “Ih, ada apaan sih? Ganggu Kakak aja deh,” jawab Kak Wanda dengan nada yang masih mengantuk. “Kak, tadi di tangga aku liat kuntilanak,” ucap Risty yang masih ketakutan. “Kultilanak? Ah, kamu ada-ada aja. Mana mungkin di rumah kita ada kuntilanak. Udah gih, sana tidur,” ucap Kak Wanda. 

Risty pun berusaha tidur. Namun, ia masih tidak percaya dengan apa yang telah ia lihat tadi. Ia masih ketakutan. Dengan memendam rasa was-was dan ketakutannya, Risty akhirnya tidur. Di pagi harinya Risty mengigau. “Oky. Oky. Kamu ngapain? Oky. Oky!” suara Risty yang mengigau. Mendengar Risty mengigau, Kakaknya langsung membangunkannya. Dan ternyata, Ibunya juga turut ke kamarnya karena mendengar suara Risty yang kencang memanggil-manggil Oky. “Ada apa ini? Risty, kok kamu manggil-manggil Oky?” tanya Mama setibanya di kamar Risty. “Ini mah, Risty tadi ngigau,” sahut Kak Wanda kepada Mama. “ Oh, Yaudah kalian cepetan mandi. Abis itu kita sarapan,” ucap Mama. Risty pun segera mandi dan merapihkan kamarnya. 

Setelah siap, ia dan Kak Wanda turun ke bawah. Masih terbayang-bayang di benak Risty tentang kejadian semalam. “Ty, kamu kenapa sih? Kok kayaknya gak semangat?” tanya Mama yang heran kepada Risty. “Mah, tadi malam aku ketemu sama kuntilanak di tangga,” ucap Risty. “Kamu ada-ada aja. Mana mungkin ada kuntilanak di rumah kita,” ucap Mama yang tidak percaya. “Kamu mimpi kali,” timpal Kak Wanda. “Tapi, ini beneran, Mah. Risty liat dengan mata kepala Risty. Kuntilanak itu menyerupai Oky,” ucap Risty berusaha meyakinkan Mama dan Kak Wanda. “Kamu yakin begitu?” tanya Papa kemudian. “Iya, Pa. Risty yakin. Risty gak bohong,” jawab Risty. “ Yaudah, Mama percaya sama kamu. Begini aja, supaya hati kamu tenang, mulai sekarang kamu perbanyak sholat, mengaji dan berdo’a memohon lindungan kepada Allah,” ucap Mama seraya menenangkan Risty. “Iya, sayang. Mulai sekarang kamu harus pertebal iman kamu. Niscaya, jika iman kamu tebal, kamu tidak akan diganggu lagi,” sambung Papa. “Iya tuh, Ty. Mungkin selama ini ibadah kamu masih belum khusyuk. Terus di kamar kamu juga udah gak pernah ngaji lagi,” timpal Kak Wanda. Sejak kejadian itu, Risty kini lebih giat dan khusyuk dalam beribadah. Ia selalu berusaha sholat tepat pada waktunya. Mengaji setiap setelah selesai sholat Maghrib. Dan selalu berdo’a memohon perlindungan kepada Allah SWT. 

Ok, guys! Itulah salah satu contoh cerpen misteri dan horor yang diangkat dari kisah nyata. Semoga cerpen ini dapat menginspirasi sobat semua ya! Ingat! Cerpen ini hanya untuk referensi. Stop bajakan!