Hai, guys! Ada yang tahu novel "Surat Kecil Untuk Tuhan" ? Yap, mungkin diantara kalian sudah tahu tentang novel best seller ini. Atau mungkin juga ada yang belum mengetahuinya. Bagi yang belum tahu tentang sinopsis novel ini, yuk simak resensinya!
"Surat Dari Keke Untuk Tuhan"
Penulis : Agnes Davonar.
Penerbit : Novelas.
Cetakan : Pertama, 2015 (cover baru).
Jumlah halaman : 258 halaman.
"Surat Kecil Untuk Tuhan" merupakan novel pertama yang ditulis oleh Agnes Davonar. Novel ini diangkat dari kisah nyata seorang gadis yang mengidap kanker jaringan lunak pada wajahnya.
Bagian awal novel ini merupakan bagian perkenalan para tokoh yang terlibat. Yang menjadi tokoh utama dalam kisah novel ini adalah Gita Sesa Wanda Cantika atau yang biasa disapa Keke. Kemudian, yang menjadi tokoh sampingan adalah Ayah Keke ( Pak Jody ), kedua kakak laki-laki Keke ( Kak Chika dan Kak Kiki ), kekasih Keke ( Andi ) dan juga para sahabat setia Keke.
Di awal cerita penulis menceritakan tentang kehidupan sehari-hari Keke. Penulis menggambarkannya dengan nuansa riang gembira dan penuh dengan tawa. Keke merasa bangga dan bahagia dengan kehidupannya saat itu walaupun keluarganya tak lagi utuh karena ayah dan ibunya telah bercerai. Meskipun demikian, ia tak menyalahkan keadaan dan untungnya ada para sahabat setianya yang selalu membantu dan menemaninya dalam keterpurukan.
Kemudian, semua kebahagiaan itu mulai sirna seketika disaat Keke harus dihadapkan pada kenyataan. Ia divonis oleh dokter mengidap kanker jaringan lunak atau istilah medisnya adalah Rabdomiosarkoma. Kanker tersebut termasuk kedalam golongan kanker ganas karena pertumbuhan kanker ini sangat cepat, yaitu dapat mencapai ukuran sebesar bola tenis hanya dalam waktu yang cukup singkat ( lima hari ).
Kanker itu bersarang pada hidung sebelah kiri Keke. Awalnya ukurannya hanya sebesar kuku. Namun, semakin hari ukurannya semakin bertambah besar hingga hampir menutupi sebelah wajah kirinya. Hal ini membuat Keke sulit untuk bernafas. Ia pun sempat kecewa dengan keadaannya karena ternyata keluarganya selalu menyembunyikan perihal tentang penyakitnya. Namun, lama-kelamaan akhirnya ia mengetahui penyakit yang dideritanya itu.
Ia dan ayahnya kemudian mencari berbagai pengobatan alternatif ke seluruh pelosok negeri. Tetapi, hal ini tidak berhasil. Dan akhirnya, Keke pun menjalani kemoterapi untuk melenyapkan kankernya tersebut. Setelah kesekian kalinya dikemoterapi, akhirnya ia dinyatakan sembuh oleh dokter. Keke yang mendengar kabar ini sangat bahagia dan bersyukur atas kesembuhannya. Ia pun kembali menjalani hari-harinya dengan ceria seperti dahulu lagi disaat ia belum terkena penyakit kanker ini.
Keke kembali menjalin hubungan dengan Andi ( kekasihnya ) karena sebelumnya disaat Keke mengidap kanker, ia sempat memutuskan hubungannya dengan kekasihnya yang sudah lama ia jalani. Keke juga kembali bercengkerama ria dengan teman-temannya karena selama Keke sakit, ia hanya berada di dalam kamarnya saja dan tidak berkumpul bersama dengan teman-temannya.
Sungguh amat menyenangkan dapat sembuh dari penyakit ganas ini. Tetapi, kebahagiaan itu ternyata tidak bertahan lama karena beberapa bulan setelah ia dinyatakan sembuh dari kanker, ternyata kanker itu kembali lagi. Kali ini kanker itu bersarang pada hidung sebelah kanannya. Dan kini kaknker itu lebih kebal terhadap obat-obatan herbal maupun obat-obatan kimia kemoterapi. Jadi, kemungkinan kanker itu tidak dapat disembuhkan lagi.
Sungguh peristiwa yang amat kelam bagi seorang anak remaja seperti Keke. Tetapi, meskipun kanker itu kembali, tetapi kali ini Keke lebih kuat menghadapinya. Ia telah pasrah dan ikhlas akan semua cobaan yang diberikan Tuhan padanya. Mungkin Tuhan memang sayang padanya sehingga hanya ia saja yang merasakan betapa sakit dan menderitanya mengidap penyakit mengerikan ini.
Para sahabatnya terus mendukung Keke agar ia segera sembuh seperti dulu lagi. Keke akhirnya menjalani pengobatan di Singapura dengan metode pengobatan yang sama seperti sebelumnya, yaitu kemoterapi dan radiasi. Tetapi, kanker ini semakin ganas dan membuat tubuh Keke semakin lemah.
Keke akhirnya kembali ke Indonesia dengan kondisi yang semakin memburuk. Dan akhirnya ia menghembuskan nafas terakhirnya pada 26 Desember 2006 dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya. Dan semerbak harum bunga melati misterius pun tercium ke seleruh ruangan kamarnya setelah kepergiaannya.
Meskipun novel ini lebih dominan menceritakan tentang perjuangan Keke melawan kanker, tetapi kisah tentang keluarga, persahabatan dan percintaan anak remaja juga turut menyelingi kisah dalam novel ini. Novel ini sangat bagus dan menarik karena penulis menggunakan sudut pandang orang pertama sehingga pembaca dapat merasakan sendiri kisah dalam novel ini.
Bahasa yang digunakan juga sangat mudah dipahami ( komunikatif ) oleh berbagai kalangan terutama kalangan remaja. Kisah yang diangkat juga sangat menarik. Hal ini didukung pula oleh karakter para tokoh yang sangat kuat.
Sayangnya, sampul ( cover ) novel ini terlihat tidak menarik dan terkesan biasa saja. Dalam pengetikan kata-kata dalam novel juga masih terdapat banyak kesalahan sehingga cukup mengganggu pembaca saat membaca novel ini.
Terlepas dari semua kekurangannya, novel ini sangat layak dan cocok dibaca oleh berbagai kalangan. Dan dapat pula menjadi sumber pelajaran kehidupan khususnya bagi para remaja karena pelajaran atau hikmah yang dapat dipetik dari kisah dalam novel ini sangatlah menginspirasi dan memotivasi kita untuk selalu bersyukur atas semua nikmat yang diberikan Tuhan. Selain itu, kita juga dapat belajar menjadi manusia yang lebih baik lagi selama kita masih diberi kesempatan untuk hidup di dunia.
Ok, guys! Itulah sedikit cuplikan dari isi novel "Surat Kecil Untuk Tuhan". Semoga berguna dalam memperluas wawasan kalian ya! :)