Hi, guys! Masa-masa di saat
remaja itu penuh warna ya, guys! Ada banyak kenangan di waktu remaja. Ada
kenangan yang lucu, memalukan, mengesankan dan masih banyak lagi. Salah satu
kenangan itu adalah persahabatan. Ya, mungkin terkadang persahabatan itu
awalnya tidak berjalan mulus. Karena kesombongan, persahabatan akan renggang.
Nah, guys! Di bawah ini adalah contoh cerpen remaja tentang persahabatan yang
awalnya adalah permusuhan. Cerpen ini hanya untuk referensi saja ya! Dan jika
ada adegan dalam cerpen yang kurang terpuji, mohon jangan ditiru.
Permusuhan Menjadi Persahabatan

Jacky. Itulah namanya. Anak
pindahan baru yang baru pindah seminggu yang lalu. Ia adalah anak seorang
pengusaha kaya raya. Rumahnya sangat mewah dan bertebaran di mana-mana.
Kendaraan mewah seperti mobil sport yang puluhan jumlahnya. Setiap tahun ia
selalu wara-wiri ke luar negeri. Sungguh mewah kehidupannya.
Suatu hari, Jacky datang ke
sekolah barunya dengan mengendarai mobil sport kesayangannya. Setibanya di
gerbang sekolah, ia langsung memarkirkan mobilnya. “Eh, guys! Kerenkan mobil
gue? Mobil mahal nih,” ucap Jacky yang baru turun dari mobilnya kepada
teman-teman sekelasnya yang lewat di depannya. “Wah, iya keren banget,” ucap
salah seorang temannya. “Eh, jangan di sentuh ya, mobil gue. Nanti lecet. Udah
gih sana. Awas, minggir,” ucap Jacky dengan ketus kepada teman-teman di
hadapannya. “Ih, sombong banget sih,” ucap salah satu temannya kepada
teman-teman Jacky yang lain.
Jacky pun pergi menuju kelasnya.
Dalam perjalanan menuju kelasnya, ia berjalan dengan angkuhnya. Semua murid
yang melihatnya langsung mengernyitkan dahi mereka, menganggap Jacky orang yang
sok dan sombong. Jacky pun memasuki kelasnya. Gayanya yang berbeda membuat ia
menjadi pusat perhatian teman-temannya di kelas. “Liat tuh si Jacky. Gayanya
udah kayak artis aja,” kata Joris kepada teman-temannya. “Iya tuh. Jaketnya
import. Sepatunya apalagi. HP-nya juga HP yang paling mahal. Kita aja gak ada
yang punya HP kayak dia,” sahut Vicky.
Melihat teman-temannya sedang membicarakan
sesuatu, Jacky langsung menghampiri mereka. “Hey, kalian semua lagi pada
ngomongin gue ya?” tanya Jacky kepada teman-temannya. Namun, teman-temannya
tidak menjawab pertanyaan Jacky. “Eh, ngaku aja kali. Kalian emang lagi
ngomongin gue kan? Kalian semua pada iri kan sama gue. Gue punya segalanya.
Sementara kalian? Hah, kalian punya apa? Dibandingin sama gue kalian semua gak
ada apa-apanya deh,” ucap Jacky dengan ketus kepada teman-temannya. Spontan
teman-teman Jacky yang mendengar perkataan Jacky langsung kaget. Mereka tak
menyangka ternyata Jacky lebih sombong dari yang mereka perkirakan.
Bel pun berbunyi. Tanda jam
pelajaran dimulai. Semua murid segera duduk di bangkunya masing-masing, tak
terkecuali Jacky. “Eh, Nis. Mulai sekarang gue mau duduk sendiri. Gue gak mau
duduk sama lo. Gue gak level duduk sama anak-anak di kelas ini termasuk lo.
Sana pergi,”ucap Jacky kepada Nisa, teman sebangkunya. Nisa yang mendengar
perkataan Jacky hanya bisa diam dan menuruti kemauan Jacky. Nisa pun pindah ke
belakang. Ia pun duduk di samping Hana. Nisa yang tak bisa menahan perasaannya
langsung menangis di samping Hana. “Udah, Nis. Udah. Si Jacky emang
keterlaluan. Gak tau perasaan perempuan,” ucap Hana seraya menenangkan Nisa.
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali
teman-teman sekelas Jacky sudah berkumpul. Pagi ini, mereka semua akan
merencanakan suatu rencana untuk membalas Jacky yang sombong. Mereka semua
berdiskusi. “Guys, hari ini kita semua akan ngerjain si Jacky. Ada yang punya
ide gimana caranya kita ngerjain dia?” tanya Anton sang ketua kelas. “Gue mau
dia di pukul habis-habisan karena dia udah ngehina gue,” sahut Nisa dengan nada
penuh amarah. “Eh, tapi kita gak boleh bertindak dengan kekerasan,” ucap Anton.
“Ok. Kalo gitu, begini aja. Gimana kalo kita coret-coret mobil kesayangannya
aja. Terus kita kempesin ban mobilnya,” usul Joris. “Kayaknya Oke tuh,” sahut
Hana. “Hmm, iya juga ya. Oke. Guys! Kalian pada setuju gak sama usulnya Joris?”
tanya Anton kepada seluruh murid. “SETUJU!”sorak seluruh murid secara besamaan.
Mereka pun menyusun rencana berikutnya untuk mengerjai Jacky.
Sepulang sekolah, teman-teman
sekelas Jacky langsung pergi ke tempat parkir. Sesuai rencana, mereka semua
membawa peralatan yang dibutuhkan. Sesampainya di parkiran, mereka langsung
mencoret-coret mobil Jacky habis-habisan. Mereka juga mengempeskan semua ban
mobilnya. Jacky yang tiba di tempat parkir merasa sangat kaget. Ia tak percaya.
Mobil sport kesayangannya yang mulus kini telah berubah wujud menjadi seperti
mobil rongsokan. “Hey, kalian semua! Berhenti! Apa yang kalian lakukan sama
mobil gue? Lo? Pasti lo kan, Nis, otak busuk dari semua ini?” ucap Jacky dengan
sangar kepada Nisa. “Kenapa lo berprasangka buruk sama gue? Apa salah gue?”
ucap Nisa dengan nada tinggi. “Ya karena lo benci sama gue kan? Lo iri sama gue
kan? Lo kesel udah gue usir dari tempat duduk lo kan?” tanya Jacky lagi. Nisa
yang sudah tak kuat, langsung meluapkan amarahnya. “Eh, anak sombong! Lo itu
gak tau diri banget ya! Lo pikir lo yang paling kaya? Lo yang paling hebat? Lo
banci banget sih. Bisanya ngelawan perempuan doang. Ngaca dong! Dasar gak tahu
diri!” ucap Nisa kepada Jacky. Jacky yang kesal mendengar perkataan Nisa tak
bisa menahan emosinya. Ia langsung menampar pipi Nisa. Plakkk! Anton dan
murid-murid lelaki lainnya yang melihat kejadian itu langsung marah kepada
Jacky. “Eh, Jacky. Asal lo tahu. Otak busuk dari semua ini adalah gue. Jadi
kalo lo mau tampar gue, tampar! Tampar gue! Tapi jangan sekali-kali lo sakitin
cewek,” ucap Anton kepada Jacky.
Suasana pun memanas. Jacky dan
teman-temannnya sama-sama tak bisa menahan emosi. Akhirnya perkelahian pun tak
bisa dihindarkan. Nisa masih menangis di rangkulan Hana dan beberapa
teman-teman peremuannya. Tak berselang lama, Jacky telah terkapar di tanah. Hidungnya
mengeluarkan darah. Rupanya Jacky telah terkena pukulan teman-temannya hingga
tak sadarkan diri. Murid-murid kelas lain yang melihat kejadian ini langsung
melaporkan kepada wali kelas Jacky, Ibu Yanti. Tak berselang lama, Ibu Yanti
datang ke lokasi bersamaan dengan petugas PMR. Jacky segera di bawa ke ruang
UKS untuk mendapat pertolongan. Murid-murid yang lain pun segera menyusulnya.
Tiga puluh menit kemudian, Jacky siuman.
Setelah menunggu beberapa saat,
Bu Yanti pun menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Jacky, Anton, Nisa dan
seluruh teman-teman sekelas Jeki pun berusaha menjelaskannya kepada Bu Yanti.
Setelah mengetahui permasalahannya, Bu Yanti pun memberikan nasihat kepada
mereka semua. “Anak-anak, kita semua harus rukun. Tidak boleh ada pertikaian.
Apabila ada masalah, bicarakanlah baik-baik,” ucap Bu Yanti kepada seluruh
murid-murid. “Dan Jacky, kamu tidak boleh sombong. Bergaulah dengan siapa saja.
Jangan membeda-bedakan dalam bergaul,” lanjut Bu Yanti. Mereka merenungi
perbuatan mereka. Dan saat itu juga Jacky, Anton, Nisa dan semua teman-teman
sekelasnya saling bermafan. Sejak saat itu mereka semua menjadi sahabat baik
dan tidak ada lagi permusuhan.
Ok. guys! Itulah salah satu
contoh cerpen remaja persahabatan. Ya, walaupun berawal dari ketidaksukaan dan
permusuhan, tapi akhirnya dapat menjadi sahabat baik. Oh iya, ingat ya, guys!
Cerpen ini hanya untuk referensi. Semoga cerpen ini dapat menginspirasi sobat
semua ya! :)